Now Playing Tracks

Sajak tak berjudul

Aku tak ingin melepas genggaman itu semalam.
Jika kau izinkan, bisakah kupererat?

Sayang, perbedaan kita terlampau hingar.
Bak berjalan dari london ke New zealand.
Bukan, tentu bukan salah Tuhan membedakan keyakinan.
Salahkan kita yang terbatas akal pikiran

Kamu temanku, dan aku temanmu.
Biarkan perbedaan menuntun ke arah yang benar.

Ini bukan puisi pun sajak cinta sayang.
Bukan pula protes hamba kepada Tuhannya.

Hanya sebagai perenungan semata.

Tolol

Aku menyukaimu.
Dari detik tadi, jantungku mulai tak menentu
Kita dulu pernah bersama
Sebagai teman satu usia.
Canda tawa, luka lara mengukir indah dalam memori kita.
Kamu pernah menyukainya. Sangat.
Hingga susah batinmu, memejamkan mata, mencoba melupakannya.

Aku bukan ia. Aku hanya perempuan biasa.
Yang terkadang menjadi seorang pendusta.

Sayang, perbedaan terlampau jauh menghiasi memori itu.

Kamu hitam, aku putih
Aku memegang quran, kamu memegang injil.
Tak bisakah Tuhan menyeragamkan kita?

Ah! Tolol!
Teriak saja di hutan. Buat hingar layaknya pasar.
Kamu bukan Tuhan!

We make Tumblr themes