Now Playing Tracks

Sajak tak berjudul

Aku tak ingin melepas genggaman itu semalam.
Jika kau izinkan, bisakah kupererat?

Sayang, perbedaan kita terlampau hingar.
Bak berjalan dari london ke New zealand.
Bukan, tentu bukan salah Tuhan membedakan keyakinan.
Salahkan kita yang terbatas akal pikiran

Kamu temanku, dan aku temanmu.
Biarkan perbedaan menuntun ke arah yang benar.

Ini bukan puisi pun sajak cinta sayang.
Bukan pula protes hamba kepada Tuhannya.

Hanya sebagai perenungan semata.

Tolol

Aku menyukaimu.
Dari detik tadi, jantungku mulai tak menentu
Kita dulu pernah bersama
Sebagai teman satu usia.
Canda tawa, luka lara mengukir indah dalam memori kita.
Kamu pernah menyukainya. Sangat.
Hingga susah batinmu, memejamkan mata, mencoba melupakannya.

Aku bukan ia. Aku hanya perempuan biasa.
Yang terkadang menjadi seorang pendusta.

Sayang, perbedaan terlampau jauh menghiasi memori itu.

Kamu hitam, aku putih
Aku memegang quran, kamu memegang injil.
Tak bisakah Tuhan menyeragamkan kita?

Ah! Tolol!
Teriak saja di hutan. Buat hingar layaknya pasar.
Kamu bukan Tuhan!

Allah knows that you are strong enough, my dear.

Setiap manusia, ada ujiannya sendiri. Tidak sama.

Ingat, melalui setiap ujian, Allah selalu mengingatkan :
“Fainnama’al usri yusro, innama’al usri yusro”

Ada lagi janji Allah yang belum pasti?
Soal Ibumu? Seorang ibu selalu dan pasti tau yang terbaik bagi putra-putri nya. Sedih? Iya. Menangis? Tidak. Kenapa? Tak sampai hati seorang ibu menghalangi impian dan cita-cita buah hatinya.

Maka, selesaikanlah studimu. Cepat. Pulanglah dan temani Ia di rumah. Hibur hatinya ketika ia rindu adikmu. Aku tau kamu kuat, nduk.

Teruntuk : Aprilia ayu
Dari : “Hati-nya”

Tulisanmu dan kenangan itu

Aku membaca lagi tulisanmu. Dan dia. Perempuan itu.
Aku tergugu, apakah pradugaku benar kalanya untukmu. Diakah wanita itu?

Di tulisanmu, aku membaca sesuatu. Sebuah kenangan yang hanya kau sendiri yang tau.

Porak poranda! Mungkin begitulah kata chairil dalam puisinya.

Jengah aku menangkap mu. Hanya bayangan semu terbentuk dalam pola pikirku. Kau tanya apakah itu nyata? Tentu tidak sayangku.
Mana bisa kau menyentuh bayangan orang lain, jika ia tak pernah berdiri di dekatmu.

Aku lelah mengejarmu.
Aku berlari, kau berjalan. Aku terhempas, kau hanya terdiam. Usahaku hanya bagaikan sebidang tanah sawah yang siap digarap. Dan kaulah petaninya.

Aku tidak akan mencoba mengganti posisi wanita itu. Kita manusia dan kaupun tak terkena amnesia. Jangan memaksakan untuk lupa akan kenangan itu. Maukah kau ukir kenangan baru bersama denganku?

To Tumblr, Love Pixel Union